Karubaga – Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua melalui peran aktif dosennya sebagai mitra pemerintah daerah. Dosen Program Studi Teknik Lingkungan USTJ, Alfred B. Alfons, M.T., dipercaya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tolikara sebagai narasumber pada kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan, yang bertujuan membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Keterlibatan Alfred B. Alfons, M.T. merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi akademisi USTJ di bidang teknik lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan. Kegiatan yang diprakarsai DLH Kabupaten Tolikara ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui pendekatan edukatif, pelatihan, serta pendampingan di tingkat masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi aparatur kampung, tokoh adat, tokoh agama, kelompok PKK, pemuda, sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Dalam paparannya, Alfred B. Alfons, M.T. menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang sebatas kegiatan mengumpulkan dan membuang limbah, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Ia menjelaskan bahwa penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan nilai ekonomis sampah melalui proses daur ulang dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.
Selain memperkenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis 3R, Alfred juga memaparkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai solusi yang dapat diterapkan masyarakat sesuai dengan kondisi lokal Kabupaten Tolikara. Berbagai contoh teknologi sederhana diperkenalkan, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga pentingnya penyediaan sarana pemilahan sampah di lingkungan permukiman. Menurutnya, penggunaan teknologi yang mudah diterapkan akan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dalam mengelola sampah sekaligus mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, demonstrasi pemilahan sampah, dan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kegiatan ini sejalan dengan program DLH Kabupaten Tolikara yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan masyarakat, pembentukan budaya peduli lingkungan, pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persampahan berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, demonstrasi, monitoring, dan pendampingan.
Bagi USTJ, kepercayaan yang diberikan kepada Alfred B. Alfons, M.T. menjadi bukti bahwa kompetensi dosen tidak hanya berkontribusi dalam kegiatan akademik di kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Keterlibatan dosen dalam kegiatan strategis pemerintah merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara USTJ dan Pemerintah Kabupaten Tolikara, diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah di Papua Pegunungan.